Warga Nekat Puluhan Tahun Mandi Pakai Air Asin
AsarNews, Lombok Tengah — Inilah Dusun Kelongkong yang sudah berusia 100 tahun, yang terletak di Pesisir Selatan pulau Lombok. Bertahun-tahun sumur-sumur warga di wilayah ini memang berair payau dan asin.
“Air sumur di sini asin, sudah sejak zaman kakek nenek,” jelas Ibu Ina Jahudin, warga Dusun Kelongkong saat menunjukkan sumur di belakang rumahnya kepada relawan Ksatria.
Adapun air sumurnya digunakan hanya untuk kegiatan MCK –mandi cuci dan kakus– saja. Untuk air minum dan memasak mereka harus membeli dari tangki air atau air galon, yang tentu biayanya amat memberatkan.

Warga dusun yang berada di tepian laut ini, sebenarnya sudah menemukan solusi untuk mengatasi krisis air bersih ini. Insya Allah, air bersih bisa dialirkan dari sebuah mata air yang berjarak 3 kilometer dari dusun mereka.
Tetapi untuk membangun pipanisasi dan penampungannya terkendala biaya yang mahal. Maklum saja, mayoritas warga di wilayah ini adalah nelayan tradisional yang penghasilannya tak pasti. Penghasilan mereka hanya cukup untuk biaya sekolah, makan dan membeli air setiap hari.

Problem serupa juga dialami oleh tetangga Dusun Kelongkong yaitu, Desa Batu Nampar Selatan. Bahkan warga desa ini harus membeli air payau yang dialirkan dari sebuah sumur ke rumah-rumah mereka untuk keperlun MCK dengan tarif Rp20.000 per bulan. untuk air bersih mereka membeli dari tangki air dengan harga Rp5.000 per 20 liternya.
Lalu, sampai kapan kondisi seperti ini akan terus mereka alami? Mari bantu alirkan air bersih untuk ribuan saudara kita.
Harga Qurban 2026 di ASAR Humanity: Qurban Online Mudah, Aman, dan Terjangkau
Diposting pada 24 April 2026
Hadir di Tengah Keterbatasan, ASAR Humanity Salurkan Bantuan untuk Lansia di Lombok Tengah
Diposting pada 24 April 2026
Kondisi Terkini Gaza April 2026: Krisis Kemanusiaan yang Kian Mendesak
Diposting pada 23 April 2026
Raih Lipatan Berkah dengan Sedekah di Bulan Haram
Diposting pada 21 April 2026