BPBD DKI Jakarta: Terdapat 15 RT Masih Terendam Banjir di Awal Februari

Asar Humanity

01 Feb 2024 16:37

Share

BPBD DKI Jakarta: Terdapat 15 RT Masih Terendam Banjir di Awal Februari

AsarNews, Jakarta - Hujan deras melanda wilayah DKI Jakarta sejak Rabu dini hari, 31 Januari 2024 menyebabkan genangan banjir.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mendata ada sebanyak 15 RT di Jakarta hingga hari ini masih terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi.

Berdasarkan data BPBD DKI pada Kamis 1 Februari 2024, sebagian warga Kelurahan Semper Timur dan Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara yang sebelumnya mengungsi saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing.

"BPBD mencatat genangan terjadi kenaikan dari 9 RT menjadi 15 RT atau 0,049 persen dari 30.772 RT," tulis laporan BPBD DKI Jakarta, Kamis 1 Februari 2024.

BPBD DKI menjelaskan bahwa Pintu Air Karet, Angke Hulu, Pasar Ikan, Pos Pantau Cipinang Hulu dan Manggarai berstatus siaga 3 atau waspada.

Kemudian ada Pos Pantau Sunter Hulu berstatus siaga 1 atau bahaya. "Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 atau waspada dan Pos Depok menjadi Siaga 3," tulis BPBD DKI Jakarta.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, beberapa wilayah di Jakarta yang hingga kini masih terendam banjir yaitu:

1. Kelurahan Cawang
Jumlah: 2 RT
Ketinggian: 30 cm
Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

2. Kelurahan Cililitan
Jumlah: 1 RT
Ketinggian: 40 cm
Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

3. Kelurahan Kampung Melayu
Jumlah: 10 RT
Ketinggian: 40 sampai 100 cm
Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

4. Kelurahan Bidara Cina
Jumlah: 2 RT
Ketinggian: 40 cm
Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

Sejauh ini BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.

"BPBD DKI turut mengimbau kepada masyarakat yang wilayahnya tergenang agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan meningkat," ujar Isnawa Adji.