Ingin Pasif Income Pahala, dr. Richard Lee Bangun Masjid Sekaligus Menunaikan Kurban
Bogor, ASARNews—ASAR Humanity dan dr. Richard Lee berkolaborasi bangun Masjid sekaligus menunaikan qurban untuk masyarakat di Kp. Cikaramat, Kec. Pamijahan, Kab. Bogor. Acara dilaksanakan diawali dengan penyembelihan hewan kurban yang langsung disaksikan dr. Richard dan dilanjut dengan peletakan batu pertama secara simbolik untuk pembangunan masjid.
Masjid yang dibangun ini diberi nama Masjid DRL yang merupakan singkatan dari Darul Rahmah Lil’alamin yang berarti "Rumah Rahmat bagi Seluruh Alam." Nama ini bukan hanya memuat inisial dr. Richard Lee, namun juga mencerminkan harapan besar agar masjid ini menjadi tempat ibadah yang membawa manfaat luas bagi masyarakat sekitar. "Aku pengen masjid ini bagus, orangnya yang ibadah juga nyaman, nggak ada mikirin macam-macam," ungkap dr. Richard saat menyampaikan harapannya terkait fungsi masjid yang akan dibangun tersebut, Sabtu (08/06).
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi dr. Richard Lee karena untuk pertama kalinya ia secara langsung menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban sekaligus menyerahkan secara langsung kepada masyarakat. Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa niat membangun masjid ini sudah lama ada dalam hatinya dan tahun ini menjadi titik awal mewujudkannya. “Jujur aja manfaat paling utama ke saya ya. Saya pengen dapat pahala, saya pengen dapat berkah. Saya pengen dapet pasif pahala, itu yang nomor satu,” ungkap dr. Richard menjelaskan ke awak media.

Kolaborasi dengan ASAR Humanity dipilih karena dr. Richard ingin pembangunan masjid ini dilakukan secara tepat dan tidak asal-asalan. Ia menyadari bahwa meskipun ahli di bidang kesehatan dan kecantikan, membangun masjid bukanlah keahliannya. “Aku izin dulu sama ustadz-ustadz, aku nggak pengen salah. Maka aku kolaborasi dengan yang paling ahli, dan salah satunya ASAR Humanity. Mereka juga bantu cariin tempat yang benar-benar butuh dan bermanfaat,” ujarnya. Lokasi yang dipilih berada di sekitar pesantren dengan banyak santri penghafal Al-Qur’an, yang diharapkan akan menjadikan masjid ini pusat aktivitas ibadah yang produktif.
Melalui kegiatan ini, dr. Richard berharap kehadiran Masjid DRL tak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi sarana memperkuat ketakwaan dan kualitas pendidikan agama masyarakat sekitar, khususnya para santri. “Harapanku tempat ini bisa terpakai dengan baik, bisa meningkatkan ketakwaan kepada Allah, dan buat santri-santri makin pintar dan rajin ibadahnya,” tutup dr. Richard. Selain membangun masjid, ia juga berkomitmen untuk mendukung operasional seperti kebutuhan marbot agar jamaah bisa fokus beribadah tanpa harus terbebani hal-hal teknis lainnya.
Uca Wahyudin selaku perwakilan masyarakat pun turut mengungkapan perasaannya atas aksi yang dilakukan dr. Richard dan ASAR Humanity di kampungnya “Alhamdulillah seneng, santri yang tadinya cuma bisa belajar di saung nanti bisa belajar di masjid sekaligus ibadah” kata Uca sebagai ketua RT, Uca juga berharap dengan adanya Masjid DRL masyarakat bisa nyaman beribadah dan lebih dekat satu sama lain “Harapannya supaya masjidnya bisa nyaman digunakan untuk sembayang jamaah, bisa mendekatkan masyarakat, makasih sekali lagi buat dr. Richard Lee” ungkap Uca.
dr. Richard Lee dan ASAR Humanity melaksanakan kegiatan tersebut di rumah quran Al-Fatih dengan acara bertajuk Kenduri Qurban.
Raih Lipatan Berkah dengan Sedekah di Bulan Haram
Diposting pada 21 April 2026
Bersyukur Berqurban: Makna, Dalil, dan Hikmah Qurban dalam Islam
Diposting pada 21 April 2026
ASAR Humanity Dorong Kemandirian Pesantren melalui Program Agroekonomi di Bogor
Diposting pada 21 April 2026
Afrika dan Cerita tentang Harapan yang Tak Pernah Padam
Diposting pada 17 April 2026