Kamp Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar Terbakar, Sebanyak 5000 Lebih Pengungsi Terlantar!

Asar Humanity

09 Jan 2024 10:05

Share

Kamp Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar Terbakar, Sebanyak 5000 Lebih Pengungsi Terlantar!

AsarNews, Bangladesh - Musibah kebakaran kembali melanda kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazaar, Bangladesh pada hari Minggu (07/01/2024) dini hari waktu setempat, menyebabkan ribuan orang terlantar tak memiliki tempat tinggal.

Ratusan tempat penampungan di kamp pengungsi wilayah Tenggara Bangladesh, yang dihancurkan karena dugaan pembakaran.

Bangladesh adalah rumah bagi sekitar satu juta orang Rohingya, banyak di antaranya melarikan diri dari tindakan keras militer pada 2017 terhadap minoritas Muslim di negara tetangga Myanmar yang kini menjadi sasaran penyelidikan genosida PBB.

rosayedalamskd_f66339
Kobaran api membakar kompleks tempat penampungan bambu dan terpal yang padat pada Minggu dini hari di sebuah kamp di tenggara negara itu, kata komisaris pengungsi Mizanur Rahman.

Mengutip dari laman X Unicef Bangladesh (@UnicefBD), lebih dari 5000 pengungsi Rohingya di Kamp Cox's Bazaar kehilangan tempat berlindung setelah kebakaran melanda kamp pengungsi, membakar ratusan rumah, dalam rilis cuitan resmi yang di keluarkannya.

Kobaran api membakar kompleks tempat penampungan bambu dan terpal yang padat pada dini hari di sebuah kamp di tenggara negara itu, kata komisaris pengungsi Mizanur Rahman pada hari Minggu. Ada dugaan pembakaran, kata pejabat itu.

the_rspd_cc5fce
 

Badan pengungsi PBB mengatakan "kebakaran besar merusak banyak tempat penampungan pengungsi", dan menambahkan bahwa mereka "mendukung orang-orang yang terkena dampak".

Kebakaran di puluhan kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh sering terjadi, terutama pada musim kemarau pada bulan November hingga April.

Namun, banyak dari kamp tersebut juga terpecah oleh kekerasan di antara kelompok Rohingya yang bersaing.

Polisi mengatakan keamanan di kamp-kamp tersebut semakin memburuk, dengan lebih dari 60 pengungsi tewas dalam perang wilayah dan bentrokan terkait narkoba tahun lalu, jumlah tertinggi yang pernah tercatat.

Pada Maret 2023, kebakaran di kamp Kutupalong - salah satu pemukiman pengungsi terbesar di dunia - menghancurkan 2.000 tempat penampungan.

Dua tahun sebelumnya, setidaknya 15 orang Rohingya terbunuh dan 50.000 pengungsi lainnya kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran di kamp yang sama.