Inilah Wabah Penyakit Serius yang Menerpa Pasukan Zionis Di Jalur Gaza!

Asar Humanity

08 Dec 2023 15:15

Share

Inilah Wabah Penyakit Serius yang Menerpa Pasukan Zionis Di Jalur Gaza!

AsarNews, Gaza - Baru baru ini terdengar kabar yang cukup mengejutkan, pasalnya tentara zionis mengalami berbagai gangguan kesehatan selama agresi di jalur Gaza.

Berikut ini penjelasannya dari wabah penyakit yang diderita oleh pasukan zionis Israel!

Tentara-tentara Israel yang ada di bagian selatan negara itu, dan khususnya yang dikerahkan ke Jalur Gaza, mengalami wabah penyakit pencernaan dan keracunan makanan yang serius. Wabah yang disebabkan oleh bakteri itu memicu diare parah pada kalangan tentara Israel, terutama yang dikirim bertempur di Jalur Gaza.

Melansir Palestine Chronicle pada Jumat (8/12/2023), berdasarkan laporan Yedioth Ahronoth, pasukan Israel di Gaza menghadapi “peningkatan luar biasa” dalam penyakit semacam ini.

Yedioth Ahronot melaporkan bahwa sebanyak 18 tentara Israel dievakuasi dari Gaza untuk menerima perawatan medis setelah mereka terjangkit wabah disentri, dengan gejala demam tinggi, muntah dan diare parah.

tentara zionis israel sedang bersiap melakukan pengeboman di jalur gaza
Seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (8/12/2023), sejak awal perang berkecamuk antara Israel dan pasukan Islam Hamas di Jalur Gaza sejak Oktober lalu, banyak restoran, jaringan pemasok makanan, dan individu-individu menyumbangkan makanan kepada para tentara Israel.

Dokter-dokter berkata keracunan terjadi karena buruknya penyimpanan makanan, transportasi, dan preparasi makanan-makanan tersebut. Alhasil, tentara terkena penyakit gastrointestinal, diare parah, dan suhu badan tinggi.

"Kami mendiagnosis infeksi Shigella bacteria yang menyebabkan disentri, sebuah penyakit sangat berbahaya yang tersebar di antara para pejuang di Gaza," ujar Dr Tal Brosh, Kepala Unit Penyakit Menular di Assuta Ashdod University Hospital.

Namun, tentara Israel selama beroperasi di Gaza tidak hanya menghadapi masalah pencernaan.

Menurut Perusahaan Penyiaran Israel (KAN), setidaknya 2.000 tentara telah menerima dukungan psikiater sejak awal operasi pada 7 Oktober lalu.